Pengguna WhatsApp Yang Tak Penuhi Syarat & Ketentuan Tak Akan Bisa Kirim atau Terima Pesan

Sejak WhtasApp mengumumkan syarat dan ketentuan barunya, banyak yang telah menyatakan keprihatinan mereka tentang bagaimana aplikasi perpesanan populer akan melanggar privasi akan penggunanya.

Sejak itu, beberapa pengguna telah memutuskan bahwa mereka tidak akan menyetujui persyaratan baru. Sayangnya, setiap keputusan yang diberikan prusahaan tersebut mengandung konsekuensi.

Dilansir dari laporan World of Buzz, Selasa (23/2/2021), pengguna WhatsApp yang memilih untuk tidak menerima syarat dan ketentuan aplikasi yang diperbarui pada batas waktu 15 Mei tidak akan dapat mengirim atau menerima pesan sampai mereka setuju untuk melakukanya.

Setelah layana perpesanan dinonaktifkan, akun mereka akan dibuat “tidak aktif” dan dapat dihapus setelah 120 hari. Di samping itu, dari laporan TechCrunch, WhatsApp akan ‘perlahan-lahan meminta’ penggunanya untuk memenuhi persyaratan untuk menikmati ‘fungsionalitas penuh WhatsApp.’

Baca Juga : Viral Video Pria Tabrak 2 Mobil saat Melaju dengan Kecepatan Tinggi, Pelaku Coba Kabur

Jika mereka masih menolak untuk menyetujui persyaratan, mereka masih dapat menerima panggilan dan pemberitahuan tetapi hanya untuk beberapa minggu sebelum fungsi tersebut tidak lagi dapat diakses.

WhatsApp awalnya mengumumkan pembaruan kontroversi pada Januari 2021. Tidak mengherankan, pembaruan tersebut disambut dengan reaksi dari banyak pengguna yang mengira bahwa aplikasi perpesanan akan berbagi data dengan Facebook, prusahaan induknya.

Sementara mereka kemudian mengklarifikasi bahwa tujuan pembaruan adalah untuk memungkinkan pelacakan pembayaran yang dilakukan untuk bisnis, pengguna tetap merasa tidak nyaman.

Aplikasi sudah membagikan alamat IP setiap pengguna dan pembelian yang dilakukan di aplikasi dengan Facebook, tetapi kebijakan privasi baru mencakup informasi seperti informasi level baterai, alamat IP, informasi browser, jaringan seluler, nomor telepon, dan penyedia layanan internet, seperti yang di jelaskan oleh Independen.

Pengguna yang tidak siap menerima resiko memindahkan komunikasinya ke portal perpesanan lain. Karenanya, aplikasi seperti Telegram dan Signal melihat lonjakan pemerintah yang tiba-tiba ketika orang mulai mencari alternatif.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *